Mutiple Hunters: Solusi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak

Untuk merubah pola pikir anak menjadi lebih kritis, kreatif, dan peka terhadap kondisi sosial mahasiswa UM membuat buku bergambar “Mutiple Hunters” yang berisi cerita fantasi.

Media digital dan elektronik telah berhasil menarik perhatian semua orang yang secara langsung maupun tidak langsung membuat aktivitas mereka bergantung pada teknologi. Waktu anak menggunakan media sosial dan teknologi jauh lebih banyak daripada waktu yang mereka habiskan bersama orang tua. Tentu saja informasi yang mereka dapat juga lebih banyak berasal dari media dan teknologi. akibatnya, anak-anak hanya mengikuti trend saja tanpa mampu memanfaatkan dan memilah informasi dengan benar. Padahal usia ini adalah usia emas untuk membentuk kepribadian dan kecerdasan.

Memberikan anaknya telepon genggam, laptop, berbagai macam permainan digital, dan lain sebagainya menjadi pilihan orang tua untuk membuat anaknya senang saat ditinggal kerja. Padahal dalam penggunaan berbagai teknologi tersebut perlu pengawasan. Selain itu, perlu kemampuan berpikir secara kritis dalam menghimpun setiap informasi yang di dapat oleh anak. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui membaca.

Rendahnya minat baca di Indonesia membuatt Tim PKM UM Fakultas Sastra yakni Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd, Ike Karunia Safitri sebagai ketua tim, Intan Listyaning Putri, Mega Selviyah, Dan Evi Dwy Tasari meluncurkan buku berjudul Multiple Hunters. Buku ini mengacu kepada tiga keterampilan berpikir kritis yakni trigger event (cepat tanggap terhadap peristiwa), exploration (eksplorasi), integration (integrasi). Mutiple Hunters dibuat untuk menumbuhkan minat baca anak dan melatih kemampuan anak untuk berpikir kritis.

Cerita dalam buku Multiple Hunters adalah cerita fantasi yang memuat perjalanan waktu dua tokoh utama ke masa lalu dan ke masa depan untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Cerita fantasi adalah salah satu teks yang kini diperkenalkan dalam kurikulum 2013 karena dinilai lebih imajinatif untuk meningkatkan kreativitas dan dinilai lebih mendidik daripada cerita dongeng dan fablel.

Naskah cerita melalui proses penelitian pengembangan yakni melalui uji lapangan dan uji ahli. Saat ini naskah tersebut telah tervalidasi. Ilustrasi buku dibuat menarik untuk dilihat karena didesain sedemikian rupa sehingga memiliki penampilan yang rupawan. Desain semacam ini sengaja dibuat supaya tokoh-tokohnya diidolakan oleh anak-anak sehingga aanak cenderung akan dengan senang hati menirukan perilaku positif oleh tokoh dalam cerita.

Buku yang dibuat oleh Mahasiswa Fakultas Sastra UM ini sudah dapat dipesan melalui tokopedia, shopee, dan bukalapak di akun Multiplehunters18 serta nstagram di @multilpe_hunters18 atau e-mail multiplehunters2018@gmail.com. Buku Multiple Hunters diharapkan dapat menyediakan bahan bacaan selain buku pendidikan formal khususnya untuk anak SD dan SMP, menyediakan media pembelajaran bagi guru, serta menyediakan tokoh atau karakter bagi industri kreatif Indonesia.

Penulis: Ike Kurnia S

 

Post Author: Arvendo Mahardika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *