P-MOAT Langkah Strategis Optimalkan Hasil Panen Bawang Merah

Tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang terdiri dari Ekki Septian Putra (S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran), Ni’matus Sholihah (S-1 Kimia), Yusuf Mahesa (D-3 Teknik Mesin) dan Borneafandri Abulga (S-1 DKV) membuat sebuah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang di bimbing oleh Dr. Hj. Widiyanti M.Pd (Dosen Teknik Mesin). Mahasiswa UM tersebut membuat produk P-MOAT, yaitu Portable Moth Atractor Technology.

P-MOAT menggunakan sistem LaTaLe (Lampu Tabung Lem) yang mengkolaborasikan nyala lampu kuning dengan kedip variatif yang mana tabung luarnya di lapisi dengan plastik wrap yang selanjutkan akan di olesi Lem P-Moat yang diracik sendiri oleh anggota ahli kimia. Sehingga, hama ngengat akan mendekat, hinggap dan terperangkap pada lampu P-Moat hingga mati.

P-MOAT diperuntukkan bagi petani Bawang Merah di seluruh Indonesia. Dengan produk P-MOAT hama ngengat (Spodotera Exigua) dapat dikurangi dan mampu meningkatkan hasil panen. Ekki Septian Putra memaparkan bahwa penggunaan P-MOAT mampu mengurangi dampak serangan hama ngengat.

“P-MOAT dapat mengurangi dampak serangan hama ngengat pada bawang merah mengingat kerusakannya yang di timbulkan mencapai 87-90%. Dengan demikian, jika.petani menggunakan P-MOAT pengeluaran biaya operasional untuk pembelian pestisida dapat di kurangi, dan pendapat bersih petani semakin meningkat. harapan lainnya dapat di terapkan dimasyarakat dan CV. P-MOAT Indonesia semakin besar,” pungkas Ekki.

Untuk memperluas publikasi P-MOAT, tersedia website yaitu www.pmoat.com dan juga facebook Portable Moat serta instagram @p_moat. Sejauh ini karya ini telah di publikasikan di 12 media cetak dan online.

Editor: Arvendo Mahardika

Post Author: Arvendo Mahardika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *